Daftar isi
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Fenomena viral dapat mengubah rutinitas kita dengan kecepatan yang mengejutkan. Salah satunya adalah mouth taping, sebuah praktik yang dilakukan dengan menutup mulut menggunakan plester sebelum tidur agar seseorang berusaha bernapas hanya melalui hidung.
Di media sosial, praktik ini diperkenalkan sebagai cara sederhana untuk beristirahat lebih baik, mengurangi dengkuran, dan bangun dengan lebih berenergi. Namun, fakta bahwa suatu teknik populer tidak berarti teknik tersebut aman atau cocok bagi semua orang.
Manfaat yang dijanjikan oleh mouth taping
Orang-orang yang mempromosikan praktik ini menyatakan bahwa bernapas melalui hidung dapat memperbaiki suasana hati, pencernaan, tidur, dan kesehatan mulut. Pernapasan melalui hidung memang memiliki fungsi penting, tetapi belum ada cukup bukti untuk mengaitkan seluruh manfaat tersebut dengan penggunaan plester pada mulut.
Para ahli juga memperingatkan bahwa bernapas melalui mulut pada malam hari dapat menjadi akibat dari masalah lain. Hidung tersumbat, alergi, kelainan anatomi, atau apnea tidur obstruktif adalah beberapa contohnya. Menutup mulut tidak dapat mengidentifikasi maupun mengatasi kemungkinan penyebab tersebut.
Risiko menutup mulut saat tidur
Mouth taping dapat menyebabkan iritasi kulit, kecemasan, rasa terkurung, atau kesulitan bernapas apabila hidung tersumbat di malam hari. Risikonya perlu mendapat perhatian khusus bila terdapat masalah pernapasan, hidung tersumbat parah, konsumsi alkohol, atau penggunaan obat penenang.
Praktik ini juga bukan pilihan yang bijak bagi orang dengan refluks gastroesofageal, mual, atau kondisi lain yang dapat menyulitkan pernapasan maupun memicu muntah saat tidur. Anda tidak sebaiknya mencobanya sendiri jika mencurigai bahwa Anda mengalami apnea tidur.
Jika masalah utamanya adalah pikiran yang terus berpacu saat berbaring, menutup mulut dengan plester tidak akan menyelesaikan penyebabnya. Dalam hal ini, artikel tentang cara menenangkan kecemasan di malam hari dan tidur lebih nyenyak mungkin dapat membantu Anda.
Mouth taping dan apnea tidur: apa yang ditemukan sains
Sebuah studi pada tahun 2022 menganalisis efek teknik ini pada sekelompok kecil pasien dengan apnea tidur obstruktif ringan yang bernapas melalui mulut. Hasilnya menunjukkan penurunan dengkuran dan beberapa episode apnea.
Meski demikian, penelitian tersebut memiliki keterbatasan penting. Jumlah pesertanya sedikit dan tidak dilakukan penilaian menyeluruh terhadap kualitas tidur. Oleh karena itu, hasil awal ini belum memungkinkan mouth taping direkomendasikan sebagai pengobatan umum.
Beberapa profesional menilai bahwa praktik ini dapat diteliti sebagai pilihan pelengkap pada kasus apnea ringan yang sangat spesifik. Hal ini selalu memerlukan evaluasi medis sebelumnya dan pemantauan yang tepat. Pada sebagian orang, membatasi pernapasan melalui mulut dapat menyulitkan aliran udara dan meningkatkan risiko penurunan oksigen yang berbahaya.
Apa yang harus dilakukan jika Anda mendengkur atau bernapas melalui mulut
Dengkuran yang sering, henti napas yang diamati oleh orang lain, terbangun dengan sensasi tercekik, mulut kering, dan rasa mengantuk di siang hari merupakan alasan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional. Apnea tidur cukup umum terjadi dan sering kali tidak terdiagnosis, tetapi dapat menimbulkan komplikasi bila tidak ditangani.
Sesuai dengan masing-masing kasus, rekomendasi dapat mencakup tidur menyamping, menghindari alkohol menjelang waktu tidur, menangani sumbatan hidung, atau menggunakan perangkat CPAP. Menjaga jadwal tidur dan suasana kamar tidur juga penting. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, Anda dapat membaca panduan untuk mencapai tidur yang dalam dan memulihkan.
Pernapasan melalui hidung dapat bermanfaat, tetapi memaksanya dengan plester bukanlah solusi universal. Jika setiap malam Anda perlu membuka mulut untuk bernapas, lebih baik cari tahu penyebabnya daripada menyembunyikan tanda tersebut. Evaluasi medis dapat membantu Anda menemukan alternatif yang aman dan benar-benar sesuai dengan kondisi Anda. 🌙