Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Meskipun ia meninggal muda, pada usia 28 tahun ia sudah menanggung sejarah horor yang tidak pernah harus ia pertanggungjawabkan. Bruce, putra Jerome Conrad Lindahl dan Arlene Marie Folkens Haddock, lulus sebagai teknisi elektro pada tahun 70-an.
Kehidupan Lindahl mulai mengambil arah yang kelam pada tahun 1976 ketika Pamela Maurer, seorang remaja berusia 16 tahun, menghilang setelah keluar dari rumah. Tubuhnya ditemukan keesokan harinya, dan forensik mengonfirmasi bahwa ia telah diperkosa dan dicekik.
Pada tahun 1978, Lindahl menghadapi beberapa penangkapan karena kepemilikan ganja dan pelanggaran kecil lainnya, tetapi ia tidak pernah terhubung dengan kejahatan yang lebih serius. Persahabatannya dengan Torres, yang membela dan melindunginya dalam beberapa kesempatan, memungkinkan ia untuk melanjutkan kehidupan kekerasannya tanpa tertangkap.
Seiring waktu, Lindahl menjadi semakin berani. Pada tahun 1979, ia menculik dan memperkosa Annette Lazar, yang berhasil melarikan diri dan melaporkannya, tetapi kesaksiannya diabaikan. Seiring Lindahl melanjutkan kehidupan sehari-harinya, kejahatannya semakin sering dan kejam.
Pada 4 April 1981, Lindahl menikam seorang pemuda bernama Charles Robert Chuck Huber Jr. di rumahnya. Ini adalah salah satu tindakan kekerasan terakhirnya sebelum hidupnya berakhir pada usia 28 tahun, meninggalkan polisi dan masyarakat dalam keadaan bingung dan ngeri.
Kehidupan Bruce Lindahl berakhir dengan cara yang brutal, tetapi kejahatannya tidak tetap tidak terpecahkan. Beberapa dekade kemudian, teknologi forensik memungkinkan para penyelidik mengonfirmasi bahwa Lindahl bertanggung jawab atas setidaknya dua belas pembunuhan dan sembilan pemerkosaan.
Detektif Chris Loudon, yang bertanggung jawab atas kasus Maurer, tidak pernah melupakan korban tersebut. Penggalian kembali tubuhnya dan analisis DNA akhirnya mengarah pada identifikasi Lindahl sebagai pembunuhnya. Warisan kelamnya telah meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah kriminal Amerika Serikat, dan kasusnya bergema sebagai pengingat akan pentingnya keadilan dan teknologi dalam penyelesaian kejahatan.
Kisah para penyintas, seperti Annette Lazar dan Sherry Hopson, terus menjadi suara di tengah teror yang ditimbulkan Lindahl.