Daftar isi
- Siapa Nelson Rockefeller dan mengapa kematiannya begitu heboh?
- Malam terakhir Rockefeller: dari kantor… ke skandal
- Megan Marshack: asisten, diduga selingkuhan dan keheningan 😶🌫️
- Otopsi, rahasia keluarga dan lelucon di budaya populer
- Pemakaman, abu dan warisan politik yang tertutupi sensasi ⚖️
- Mengapa kasus ini masih memikat? Seks, kekuasaan dan kerapuhan manusia 😮💬
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Mengejutkan: kisah wakil presiden AS yang meninggal saat berhubungan seks dengan selingkuhannya 💥💋
Ya, itu benar-benar terjadi. Bukan gosip majalah murahan atau naskah serial streaming. Seorang wakil presiden Amerika Serikat meninggal dalam situasi yang sedekat dan sesaru ini: saat berhubungan seksual dengan selingkuhannya.
Pria itu bernama
Nelson Rockefeller. Mari kita lihat apa yang terjadi malam itu, siapa dia, siapa dia yang lain, dan mengapa kasus ini masih membangkitkan rasa ingin tahu, tawa canggung, dan banyak pertanyaan.
---
Siapa Nelson Rockefeller dan mengapa kematiannya begitu heboh?
Sebelum masuk ke ranjang orang lain, beri konteks dulu 😏
Nelson Rockefeller bukan politikus biasa. Dia adalah:
- Ahli waris dari keluarga Rockefeller yang berkuasa, salah satu dinasti terkaya dan paling berpengaruh di Amerika Serikat.
- Gubernur New York selama beberapa tahun, terkenal sebagai Republikan moderat dan cukup progresif untuk partainya.
- Wakil Presiden Amerika Serikat pada dekade tujuh puluhan, di pemerintahan Gerald Ford.
Banyak yang melihatnya sebagai orang yang ditakdirkan menjadi presiden. Dia punya uang, nama keluarga, kekuasaan, koneksi, dan ambisi.
Namun, karier politiknya mengalami beberapa kemunduran dan tak pernah sampai ke Gedung Putih. Dan yang membuat namanya abadi dalam imajinasi kolektif bukanlah undang-undang bersejarah atau pidato besar, melainkan
cara dia meninggal.
---
Malam terakhir Rockefeller: dari kantor… ke skandal
Rockefeller meninggal pada
26 Januari 1979, pada usia tujuh puluh tahun. Secara resmi, penyebabnya serangan jantung. Kedengarannya wajar untuk orang seusianya, bukan?
Masalahnya bukanlah apa, melainkan
di mana dan
dengan siapa.
Awalnya, beberapa media melaporkan bahwa dia meninggal di kantornya di Rockefeller Center, bekerja seperti seorang negarawan yang berdedikasi dan bertanggung jawab. Sangat wibawa. Sangat khidmat.
Tapi cepat berubah. Kenyataannya jauh kurang epik dan jauh lebih daging:
- Rockefeller tidak berada di kantornya.
- Dia berada di sebuah townhouse mewah miliknya, di Manhattan, sebuah tempat tinggal pribadi.
- Dia tidak bersama istrinya.
- Yang menemaninya adalah asisten muda, Megan Marshack, sekitar dua puluhan lima tahun.
Malam itu, Rockefeller mengalami
serangan jantung hebat saat bersama Megan.
Tidak perlu banyak imajinasi bagi pers dan publik untuk menyambungkan titik-titik: pria tua, asisten muda, tempat pribadi, dan serangan jantung yang tiba-tiba.
Gambaran wakil presiden yang bekerja di mejanya runtuh, dan muncul gambaran lain yang jauh lebih menggoda: politikus berkuasa yang meninggal
di tengah pertemuan intim dengan selingkuhannya.
---
Megan Marshack: asisten, diduga selingkuhan dan keheningan 😶🌫️
Siapa wanita yang bersamanya malam itu?
Megan Marshack bekerja sebagai asisten pers dan kolaborator dekat Rockefeller sejak ia menjadi wakil presiden. Setelah masa jabatan itu, ia pindah ke New York dan tetap mendampingi Rockefeller dalam urusan pribadi dan profesional.
Detail yang menimbulkan segala kecurigaan:
- Rockefeller membantu secara finansial agar dia bisa membeli dan menata sebuah apartemen dekat rumahnya di Manhattan.
- Dia menghabiskan banyak waktu bersama Rockefeller, bahkan di luar konteks pekerjaan yang ketat.
- Malam kematian, dia adalah satu-satunya orang yang hadir saat serangan jantung terjadi.
Setelah serangan itu, Megan tidak segera menelepon ambulans. Pertama ia menghubungi seorang temannya, wartawati
Ponchitta Pierce.
Baru setelah Pierce tiba di lokasi, seseorang memanggil layanan darurat.
Menurut beberapa rekonstruksi, panggilan itu dilakukan sekitar
satu jam kemudian setelah dugaan awal serangan jantung.
Dan di sinilah pertanyaan-pertanyaan yang tidak nyaman dimulai:
- Mengapa mereka lama sekali memanggil ambulans?
- Apakah mereka berusaha menyembunyikan sesuatu sebelum petugas medis datang?
- Apakah mereka takut skandal publik yang bisa meletus saat menemukan wakil presiden setengah telanjang bersama asistentnya?
Kita takkan tahu dengan pasti apa yang terjadi menit demi menit, tetapi keterlambatan meminta bantuan memicu rasa ingin tahu dan teori-teori.
Dalam sebuah film dokumenter tentang keluarga Rockefeller, seorang kolaborator dekat politikus itu menceritakan, pada intinya, bahwa
Rockefeller berada bersama seorang wanita muda, dalam situasi intim yang jelas, dan meninggal di tempat karena serangan jantung.
Tak perlu kata “seks” terucap agar semua orang mendengarnya dalam pikiran mereka.
Setelah skandal itu, Megan Marshack nyaris
lenyap dari sorotan publik. Banyak yang membicarakannya, tapi dia sangat sedikit bicara. Keheningan, dalam kasus seperti ini, selalu semakin menguatkan legenda.
---
Otopsi, rahasia keluarga dan lelucon di budaya populer
Keluarga Rockefeller bereaksi cepat. Keempat anak sulungnya mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan bahwa:
- Mereka meninjau kembali kondisi kematian ayah mereka.
- Mereka percaya tak seorang pun bisa menyelamatkannya, mengingat sifat serangan jantung itu.
- Mereka menganggap semua yang hadir bertindak dengan cara yang bertanggung jawab.
Namun, keluarga itu
menolak mengizinkan otopsi.
Bayangkan apa yang ditimbulkan oleh keputusan itu? Tepat: lebih banyak spekulasi.
Ketika keluarga berkuasa menutup pintu, publik membuka teori.
Secara resmi, penyebab kematian dicatat sebagai
serangan jantung masif. Tetapi imajinasi kolektif menambahkan konteks: seks, usaha fisik, perbedaan usia, selingkuhan, rahasia, krisis.
Kisah ini sampai begitu jauh sehingga nama
Megan Marshack menjadi bahan lelucon berulang dalam monolog era itu. Di program hiburan, seperti acara pembawa acara malam ternama, cukup sebut namanya agar penonton tertawa.
Kombinasi kekuasaan, seks, dan kematian selalu bekerja, entah untuk baik atau buruk, sebagai koktail yang tak tertahankan bagi media dan penonton.
---
Pemakaman, abu dan warisan politik yang tertutupi sensasi ⚖️
Setelah kematiannya, keluarga memutuskan untuk mengkremasi jenazah Rockefeller.
- Mereka mengkremasi tubuhnya di sebuah pemakaman dekat New York, di sebuah lokasi tidak jauh dari kota.
- Beberapa hari kemudian, keluarga dan teman dekat menaruh abunya di pemakaman pribadi keluarga Rockefeller, di Sleepy Hollow, sebuah tempat yang sangat eksklusif dan nyaris tidak bisa diakses publik.
- Mereka menggelar upacara publik di sebuah gereja penting di Manhattan, yang dihadiri oleh tokoh politik papan atas, termasuk presiden saat itu dan diplomat serta mantan pejabat terkemuka.
Secara politik, Nelson Rockefeller meninggalkan jejak penting sebagai:
- Seorang Republikan dengan kecenderungan moderat, lebih condong ke tengah daripada ke ekstrem ideologis.
- Pembela kebijakan sosial tertentu yang maju bagi zamannya dalam partainya.
- Tokoh kunci dalam politik New York selama bertahun-tahun, dengan proyek-proyek urban dan budaya yang berdampak besar.
Namun, banyak orang yang tidak mengikuti politik secara rinci tidak mengingatnya karena kebijakan pemerintahnya, melainkan karena ungkapan setengah bercanda, setengah berbisik:
“Dia adalah wakil presiden yang meninggal saat berhubungan seks dengan selingkuhannya”.
Begitulah kadang ingatan kolektif bekerja: merangkum kehidupan kompleks dalam anekdot skandal.
---
Mengapa kasus ini masih memikat? Seks, kekuasaan dan kerapuhan manusia 😮💬
Episode ini terus muncul dalam daftar “kematian aneh”, “skandal politik” dan “kisah-kisah rahasia Gedung Putih” karena beberapa alasan:
- Menghancurkan citra politikus yang sempurna dan serius. Menunjukkan seorang pria berkuasa dikuasai oleh hasrat dan kesalahan yang sama seperti orang lain.
- Mencampurkan seks, kekuasaan, dan kematian, tiga tema yang membangkitkan rasa ingin tahu seketika.
- Melibatkan salah satu keluarga terkaya dan tertutup di dunia, keluarga Rockefeller.
- Memuat keheningan, versi yang kontradiktif dan ketiadaan otopsi, yang membuka pintu pada teori dan rumor.
Hal ini juga mengingatkan kita pada sesuatu yang sangat manusiawi:
- Tubuh tak mengenal gelar atau nama keluarga. Jantung bisa gagal di kantor, di pesawat, atau di ranjang.
- Hasrat tak peduli usia atau jabatan. Banyak orang berkuasa mencampur kehidupan pribadi dan pekerjaan, dengan konsekuensi yang tak terduga.
Jika dipikirkan sejenak, kematian Nelson Rockefeller hampir bekerja seperti sebuah perumpamaan modern:
seorang pria dengan uang, kekuasaan, dan nama besar, yang mengendalikan hampir segala hal dalam hidupnya… kecuali bagaimana dan di mana napas terakhirnya.
Dan Anda, bagaimana menurut Anda mereka akan mengingatnya seratus tahun lagi: sebagai politikus berpengaruh atau sebagai wakil presiden yang meninggal saat berhubungan seks? 😉
Apapun jawaban Anda, Anda takkan pernah lupa namanya. Dan itu, bagi seseorang yang mencari keabadian politik, mungkin tak jauh berbeda dari yang selalu dia inginkan.
Berlangganan horoskop mingguan gratis
Aquarius Aries Capricorn Gemini Kanker Leo Libra Pisces Sagitarius Scorpio Taurus Virgo