Daftar isi
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Redefinisi kesejahteraan: lebih dari sekadar PDB
En dunia di mana produk domestik bruto (PDB) seringkali menjadi raja dari metrik, sebuah studi global telah diluncurkan untuk mempertanyakan monarki numerik ini.
Studi masif ini, dipimpin oleh pikiran-pikiran cemerlang Tyler VanderWeele dan Byron Johnson, telah memfokuskan perhatian pada lebih dari 200.000 orang di 22 negara. Apa tujuannya?
Lebih dari sekadar angka: kekuatan hubungan manusia
¡Keajaiban! Bukan hanya gaji yang membuat kita bahagia. Studi menunjukkan bahwa hubungan yang kuat, partisipasi dalam komunitas keagamaan, dan menemukan tujuan dalam hidup memainkan peran krusial dalam kesejahteraan kita.
Namun, tidak semuanya berwarna merah jambu. Kesepian dan kurangnya tujuan berkorelasi dengan persepsi kesejahteraan yang lebih rendah. Di sinilah kebijakan pemerintah seharusnya turun tangan, menurut para ahli. Mari lupakan angka-angka yang dingin untuk sesaat! Kita butuh kebijakan yang fokus pada kesejahteraan menyeluruh bagi individu.
Pendekatan komprehensif untuk berkembang
El concepto de "florecimiento" yang diusulkan oleh GFS adalah seperti salad kesejahteraan: mencakup segala hal sedikit. Dari pendapatan hingga kesehatan mental, termasuk makna hidup dan keamanan finansial. Ini adalah pendekatan komprehensif yang tidak mengecualikan siapa pun! Dan memang, menurut para peneliti, kita tidak pernah sepenuhnya berkembang, selalu ada ruang untuk perbaikan.
Data menarik dari studi menunjukkan bahwa orang yang lebih tua cenderung melaporkan kesejahteraan yang lebih tinggi dibandingkan yang lebih muda. Namun, perlu dicatat, ini bukan aturan universal. Di negara seperti Spanyol, orang muda dan yang lebih tua adalah yang merasa paling puas, sementara mereka yang berada di usia paruh baya tampaknya mengalami krisis identitas.
Komunitas sebagai kunci kesejahteraan
Berikut adalah data menarik: kehadiran pada layanan keagamaan meningkatkan kesejahteraan rata-rata menjadi 7,67 poin, dibandingkan dengan 6,86 pada mereka yang tidak hadir. Apakah ada sesuatu dalam nyanyian himne yang membuat kita merasa lebih baik? Para peneliti menyarankan bahwa ruang komunitas ini menawarkan rasa memiliki yang berkontribusi pada perkembangan kita.
Studi ini tidak hanya mengundang kita untuk memikirkan kembali metrik kesejahteraan kita, tetapi juga untuk menemukan kembali nilai komunitas. Ini adalah panggilan untuk meninggalkan obsesi pada angka dan fokus pada apa yang benar-benar penting: kesejahteraan manusia dalam segala kompleksitasnya.