Daftar isi
- Belajarlah memprioritaskan dirimu tanpa rasa bersalah
- Cintailah dengan intens, tetapi jangan sampai kehilangan dirimu
- Bepergian saat masih muda mengubah cara pandangmu terhadap hidup
- Katakan ya pada pengalaman yang bisa menjadi kenangan
- Temukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil sehari-hari
- Berhentilah hidup terjebak di masa lalu
- Akui pencapaianmu meski kamu belum menyelesaikan semuanya
- Rawat pertemananmu dan jauhi hubungan yang toksik
- Terimalah bahwa kamu tidak tahu segalanya dan tetaplah terbuka
- Lakukan segala sesuatu dengan hati dan keaslian
- Ungkapkan dirimu tanpa meminta maaf karena menjadi dirimu
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Belajarlah memprioritaskan dirimu tanpa rasa bersalah
1. Praktikkan egoisme yang sehat.
Saat kamu masih muda, sangat umum rasanya ingin menyenangkan semua orang. Teman-temanmu, pasanganmu, keluargamu, orang-orang yang kamu harap akan semakin menyayangimu jika kamu selalu tersedia.
Tapi ada satu hal yang perlu kamu ingat: kamu juga harus memilih dirimu sendiri.
Memprioritaskan dirimu bukan berarti dingin, acuh, atau egois dalam arti yang buruk. Itu berarti mendengarkan batasanmu. Itu berarti beristirahat saat kamu lelah. Itu berarti berkata tidak ketika sesuatu tidak baik untukmu.
Cinta diri bukan hanya soal masker wajah, kopi cantik, dan maraton serial. Itu memang bisa membantu, tentu saja. Tapi perawatan diri yang sesungguhnya muncul saat kamu mengambil keputusan yang melindungi kedamaianmu, walaupun orang lain tidak suka.
Terkadang merawat dirimu berarti berhenti membalas pesan. Atau menjauh dari lingkungan yang menguras energimu. Atau memilih jurusan, kota, atau hubungan yang benar-benar menyerupai hidup yang ingin kamu bangun.
Seiring bertambahnya usia, kamu akan memahami sesuatu yang penting: dirimu adalah sumber daya paling berharga yang selalu bersamamu. Rawatlah dirimu seperti kamu akan merawat seseorang yang sangat kamu cintai.
Cintailah dengan intens, tetapi jangan sampai kehilangan dirimu
2. Cintailah dengan berani.
Jangan takut merasa. Jangan takut mengambil risiko. Jangan takut mengakui bahwa ada seseorang yang berarti bagimu.
Cinta di masa muda bisa terasa intens, canggung, indah, dan membingungkan. Kadang ia menerangimu. Kadang ia mengajarimu lewat luka. Tapi hampir selalu ia menunjukkan sesuatu tentang dirimu.
Jika kamu ragu dalam suatu hubungan, beri dirimu waktu untuk berpikir. Jangan bertahan hanya karena kebiasaan. Kenali emosimu. Tanyakan pada dirimu apakah kamu ada di sana karena cinta, karena takut, atau karena tidak tahu cara pergi.
Jika sebuah hubungan sudah membuatmu lelah, memadamkanmu, atau membuatmu merasa bukan dirimu lagi, beranikan diri untuk melihat kenyataan. Tidak semua kisah ditakdirkan untuk bertahan selamanya. Ada yang datang untuk membuka matamu.
Jelajahi. Kenali orang-orang baru. Pelajari apa yang kamu sukai, apa yang tidak kamu toleransi, dan apa yang kamu butuhkan untuk benar-benar merasa dicintai.
Kamu masih punya seluruh hidup di depan untuk menemukan seseorang yang cocok denganmu. Dan ketika seseorang yang memberi ketenangan, hormat, dan kebahagiaan datang, kamu akan merasakannya secara berbeda. Bukan sebagai obsesi, melainkan sebagai rumah.
Jika kamu ingin melihat lebih dalam bagaimana harga dirimu bergerak dalam cinta, kamu juga bisa membaca bagaimana zodiakmu memengaruhi cinta diri dan harga dirimu.
Bepergian saat masih muda mengubah cara pandangmu terhadap hidup
3. Beri perhatian pada perjalanan dan pengalaman baru.
Ya, ini mungkin terdengar klise. Tapi bepergian, meskipun hanya dekat, benar-benar mengubahmu.
Kamu tidak selalu harus menyeberangi dunia. Kadang cukup mengunjungi kota tetangga, berjalan di kawasan yang belum dikenal, tidur di luar rumah, atau memandangi langit dari tempat yang berbeda.
Perjalanan mengajarkanmu bahwa rutinitasmu bukanlah satu-satunya dunia yang mungkin. Itu menunjukkan cara hidup, makan, mencintai, bekerja, dan menyelesaikan masalah yang berbeda.
Kalau ada perjalanan yang kamu impikan, mulailah menabung. Buat rencana yang realistis. Cek tanggal. Bicaralah dengan seseorang yang sudah pernah ke sana. Ambil langkah-langkah kecil.
Karena jika kamu terus menundanya, nanti tanggung jawab, ketakutan, atau alasan-alasan yang lebih besar bisa muncul. Dan mungkin suatu hari kamu menoleh ke belakang dan bertanya: kenapa aku tidak berani?
Kita semua pantas sesekali menjadi sedikit berani. Bukan ceroboh, tapi hidup. Masa muda juga tumbuh dari kisah-kisah seperti itu, yang kemudian kamu ceritakan lagi dengan mata berbinar. ✈️
Katakan ya pada pengalaman yang bisa menjadi kenangan
4. Lebih sering katakan tidak pada hal-hal yang membuat hidup lewat begitu saja.
Pergilah ke konser itu. Terima ajakan kencan jika memang benar-benar membuatmu penasaran. Jalan malam bersama teman-temanmu jika kamu merasa aman. Lakukan rencana sederhana yang bisa saja berakhir menjadi tak terlupakan.
Hidup tidak selalu memberi tahu kapan sebuah fase berakhir. Suatu hari teman-temanmu tinggal di kota lain. Suatu hari kamu tidak lagi punya banyak waktu. Suatu hari kelompok yang tampak abadi itu akan tercerai-berai.
Ini bukan soal mengatakan ya pada semuanya. Kamu juga perlu batasan. Tapi sering kali kita berkata tidak karena malas, takut, tidak percaya diri, atau karena merasa akan selalu ada kesempatan yang sama.
Dan tidak selalu demikian.
Jalani momen ini dengan penyesalan sesedikit mungkin. Kamu tidak perlu melakukan hal-hal gila untuk merasa sedang memanfaatkan masa muda. Kadang cukup hadir sepenuhnya saat sesuatu yang baik sedang terjadi.
Temukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil sehari-hari
5. Temukan kegembiraan-kegembiraan kecilmu.
Tidak semua yang penting harus besar.
Menyaksikan matahari terbit. Berjalan tanpa tergesa-gesa. Membaca di bawah rindangnya pohon. Mendengarkan lagu yang membuat dadamu terasa lapang. Menyiapkan sesuatu yang enak untuk dirimu. Tertawa bersama seseorang sampai wajahmu sakit.
Permata-permata kecil itu yang menopang hidup.
Saat kamu masih muda, kamu bisa saja merasa bahwa kebahagiaan ada pada pencapaian besar: lulus, menghasilkan banyak uang, jatuh cinta, pindah rumah, sukses. Dan ya, semua itu bisa indah. Tapi jika kamu tidak belajar menikmati yang sederhana, kamu akan selalu merasa ada yang kurang.
Latihlah rasa syukur tanpa membuatnya rumit. Sebelum tidur, pikirkan tiga hal baik dari harimu. Yang kecil. Yang nyata. Pesan manis, makanan hangat, percakapan yang jujur.
Kebiasaan ini melatih pikiranmu untuk melihat apa yang memang berjalan baik. Dan itu membawa keseimbangan.
Kalau kamu tertarik menata hidup dari hal-hal sehari-hari, metode Kurashi dari Marie Kondo untuk hidup lebih tenang bisa memberimu ide-ide yang sederhana dan sangat bisa diterapkan.
Berhentilah hidup terjebak di masa lalu
6. Belajar, lepaskan, dan kembali ke masa kini.
Masa lalu sudah terjadi. Kamu bisa meninjaunya, memahaminya, dan belajar darinya. Tapi kamu tidak bisa pindah untuk tinggal di sana.
Mungkin kamu pernah melakukan kesalahan. Mungkin kamu percaya pada seseorang yang seharusnya tidak memiliki terlalu banyak kuasa atasmu. Mungkin kamu tidak menutup satu siklus seperti yang kamu harapkan.
Itu memang menyakitkan. Tapi terus terjebak pada apa yang sudah lewat tidak akan membantumu bertumbuh.
Yang penting adalah mengenali apa yang tidak ingin kamu ulangi. Melihat polamu. Menanyakan pada dirimu tanda-tanda apa yang kamu abaikan. Lalu, sedikit demi sedikit, melepaskannya.
Bergantung pada masa lalu merampas peluang yang ada tepat di depan matamu. Itu menghalangimu mengenal orang-orang baru. Itu membuatmu membandingkan segalanya dengan versi dirimu yang lama.
Hiduplah di masa kini dengan sadar. Bukan karena masa kini sempurna, melainkan karena di sanalah satu-satunya tempat kamu bisa melakukan sesuatu yang berbeda.
Jika kamu sulit berhenti mengantisipasi masa depan atau terus menghidupkan kembali apa yang sudah terjadi, artikel tentang mengapa masa kini lebih penting daripada masa depan ini bisa membantumu mendapat arah.
Akui pencapaianmu meski kamu belum menyelesaikan semuanya
7. Hargai usahamu.
Bertahan hidup juga merupakan sebuah pencapaian.
Kamu tidak perlu punya gelar, karier sempurna, pasangan stabil, rumah sendiri, atau anak-anak untuk merasa bahwa hidupmu berharga. Nilaimu tidak bergantung pada pemenuhan daftar sosial.
Kadang kamu melihat orang lain dan merasa kamu terlambat. Seolah semua orang maju kecuali kamu. Seolah tujuanmu kecil.
Tapi itu tidak benar.
Kamu telah melewati hal-hal yang mungkin tidak dilihat siapa pun. Kamu telah bertahan melalui hari-hari sulit. Kamu telah membuat keputusan yang tidak nyaman. Kamu telah belajar, berubah, bertahan, dan memulai lagi.
Buatlah daftar pencapaianmu. Bukan hanya yang besar. Juga yang emosional: memasang batas, meminta bantuan, keluar dari masa sedih, meninggalkan pertemanan yang menyakitkan, mulai terapi, belajar walaupun tidak semangat.
Buka kembali daftar itu sesekali. Tambahkan tujuan baru. Rayakan kemajuanmu tanpa membandingkannya dengan perjalanan siapa pun.
Rawat pertemananmu dan jauhi hubungan yang toksik
8. Jangan mempertahankan pertemanan hanya karena kebiasaan.
Ada pertemanan yang mendampingimu, merayakanmu, dan membuatmu merasa bebas. Dan ada yang lain yang memadamkanmu.
Kadang kamu tetap dekat dengan seseorang karena sudah mengenalnya bertahun-tahun. Karena kalian telah berbagi banyak hal. Karena kamu merasa bersalah jika menjauh.
Tapi sejarah saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan hubungan yang sehat.
Jika sebuah persahabatan menghambatmu, terus-menerus mengkritikmu, bersaing denganmu, atau membuatmu merasa lebih rendah, perhatikan itu. Jika setelah bertemu orang itu kamu justru merasa terkuras, cemas, atau bingung, ada sesuatu yang sedang berbicara dalam dirimu.
Kamu tidak perlu bertengkar. Kamu juga tidak selalu perlu menjelaskan semuanya. Kadang cukup menjauh, memberi batasan, dan memperhatikan bagaimana perasaanmu.
Mungkin orang itu akan marah. Mungkin dia akan menyalahkanmu. Mungkin dia tidak memahami perubahanmu. Tapi kedamaianmu juga layak dihormati.
Tuntutlah hubungan yang membuatmu bisa menjadi dirimu sendiri, bertumbuh, dan merasa dirawat. Persahabatan juga harus menjadi tempat yang aman.
Jika kamu melihat pola tertentu berulang dalam hubunganmu, kamu mungkin terbantu untuk mendalami ketidakmatangan emosional dan bagaimana hal itu menyabotase hubungan penting.
Terimalah bahwa kamu tidak tahu segalanya dan tetaplah terbuka
9. Menyadari bahwa kamu masih perlu belajar adalah sebuah kekuatan.
Saat kamu masih muda, kadang kamu merasa semuanya sudah terkendali. Atau kamu berpura-pura begitu, karena mengakui keraguan terasa menakutkan.
Tapi tidak ada yang tahu segalanya. Bahkan mereka yang tampak paling yakin sekalipun.
Menerima bahwa kamu tidak punya semua jawaban tidak membuatmu lemah. Itu membuatmu ingin tahu. Itu membuatmu rendah hati. Itu membuka pintu.
Bertanyalah. Bacalah. Dengarkan orang-orang yang berbeda. Ubah pendapatmu ketika kamu menemukan sesuatu yang baru. Beranilah menjelajahi ide, pekerjaan, tempat, dan cara hidup yang belum kamu kenal.
Belajar tidak berhenti ketika kamu keluar dari sekolah atau universitas. Seluruh hidup mengajarimu, jika kamu mau melihat.
Sering kali, yang paling mengubah bukanlah merasa benar, melainkan membiarkan dirimu bertumbuh.
Lakukan segala sesuatu dengan hati dan keaslian
10. Taruh hatimu pada apa yang kamu lakukan.
Jangan lakukan semuanya secara otomatis.
Jika kamu belajar, cobalah terhubung dengan sebuah tujuan. Jika kamu bekerja, carilah cara untuk memberi sesuatu. Jika kamu mencinta, cintailah dengan penuh kehadiran. Jika kamu membantu, lakukanlah dengan sungguh-sungguh.
Memiliki hati yang besar bukan berarti membiarkan semua orang masuk tanpa kehati-hatian. Itu berarti bertindak dengan jujur, peka, dan selaras.
Saat kamu menaruh hati pada apa yang kamu lakukan, hidupmu mulai terasa lebih milikmu. Tidak sempurna, tetapi lebih autentik.
Positivitas yang nyata bukan berarti menyangkal hal buruk. Itu berarti memilih, berulang kali, untuk tidak mengeraskan diri sepenuhnya.
Ungkapkan dirimu tanpa meminta maaf karena menjadi dirimu
11. Bersikaplah tanpa syarat pada dirimu sendiri dan ungkapkan dirimu tanpa batas.
Tidak ada salahnya menjadi dirimu sendiri di hadapan orang-orang yang tepat.
Bicarakan apa yang kamu impikan. Katakan apa yang kamu rasakan. Tunjukkan seleramu, keunikanmu, ide-idemu, dan caramu memandang dunia.
Tentu tidak semua orang akan mengerti. Dan itu tidak apa-apa. Kamu tidak datang untuk cocok di setiap tempat. Kamu datang untuk membangun hidup di mana kamu tidak perlu berpura-pura sepanjang waktu.
Keaslian menarik hubungan yang lebih jujur. Itu juga menjauhkan orang-orang yang hanya mendekat pada versi dirimu yang selalu menyenangkan.
Dan itu, meski awalnya menyakitkan, adalah sebuah berkah.
Jadilah baik. Jadilah berani. Jadilah peka. Jadilah tegas saat dibutuhkan. Masa mudamu tidak harus sempurna untuk menjadi berharga. Masa itu hanya perlu dijalani dengan sedikit lebih banyak kesadaran, cinta diri, dan kejujuran.
Jika kamu sedang berada di fase perubahan dan merasa perlu menata jalanmu, kamu juga bisa membaca cara keluar dari kebuntuan dan menemukan jalanmu dengan nasihat yang efektif. Terkadang satu keputusan kecil membuka pintu yang sangat besar. 🌙