Daftar isi
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Mengapa permainan aktif penting bagi anak-anak
Di suatu sore di taman, anak-anak berlari, melompat, menciptakan tantangan, dan bermain dengan energi yang seolah tak ada habisnya. Meskipun bagi mereka itu hanyalah kesenangan, momen-momen tersebut menjalankan peran penting dalam perkembangan mereka.
Aktivitas fisik pada anak mendukung kesehatan jantung, otot, dan tulang. Aktivitas ini juga membantu mengembangkan koordinasi, keseimbangan, dan keterampilan motorik. Selain itu, aktivitas fisik dapat berkontribusi pada kesejahteraan emosional, kemampuan bersosialisasi, serta kualitas tidur.
Siapa yang tidak senang melihat anak-anaknya tumbuh sehat, bersosialisasi, dan menikmati waktu mereka saat bergerak?
Pada anak-anak dan remaja usia sekolah, rekomendasi umumnya adalah melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik berintensitas sedang atau tinggi setiap hari. Namun, kebutuhannya berubah sesuai usia. Tentu tuntutannya tidak sama antara anak kecil dan remaja.
Berapa banyak olahraga yang dibutuhkan anak sesuai usianya
Selama tahun pertama kehidupan, gerakan sebaiknya dilakukan beberapa kali sepanjang hari melalui permainan yang aman di lantai. Ketika bayi belum dapat bergerak sendiri, ia dapat berlatih tengkurap dalam waktu singkat saat terjaga dan berada di bawah pengawasan orang dewasa.
Pada usia 1 hingga 2 tahun, anak dianjurkan mengumpulkan sekitar 180 menit aktivitas fisik yang tersebar sepanjang hari. Ini tidak berarti melakukan satu sesi olahraga selama tiga jam. Berjalan, menari, bermain bola, menaiki tangga dengan bantuan, atau menjelajahi ruang yang aman juga dihitung.
Pada usia 3 hingga 4 tahun, patokan 180 menit per hari tetap digunakan. Sebaiknya setidaknya 60 menit di antaranya berupa permainan yang lebih energik, disesuaikan dengan kemampuan anak. Berlari, mengejar gelembung, melompat, atau bersepeda dapat mengubah gerakan menjadi sebuah petualangan.
Mulai usia 5 tahun, patokan yang umum adalah 60 menit aktivitas berintensitas sedang atau tinggi setiap hari. Waktu ini dapat dibagi dalam beberapa momen: berjalan ke sekolah, bermain saat jam istirahat, berolahraga, atau bersepeda.
Tidak perlu memenuhi semua menit tersebut sekaligus. Sepuluh menit menari, dua puluh menit bermain di taman, dan setengah jam berenang dapat membentuk satu hari yang sangat aktif.
Aktivitas fisik apa yang terbaik untuk anak-anak
Variasi itu penting. Anak-anak memerlukan aktivitas aerobik, tetapi juga permainan yang memperkuat otot dan tulang. Melempar, menangkap, memanjat, melompat, dan berganti arah merangsang beragam keterampilan.
- Gerakan aerobik: berlari, berenang, menari, berjalan cepat, atau bersepeda.
- Kekuatan yang disesuaikan: memanjat, bermain di palang, merangkak, atau menggerakkan berat tubuh sendiri.
- Penguatan tulang: melompat, berlari, dan melakukan permainan dengan benturan ringan.
- Koordinasi: melempar bola, menjaga keseimbangan, atau melewati lintasan.
Aktivitas perlu disesuaikan dengan usia, kesehatan, dan perkembangan setiap anak. Penting pula untuk menggunakan alat pelindung bila diperlukan, menyediakan air minum, serta menghindari olahraga berat saat suhu sangat ekstrem.
Cara membentuk kebiasaan aktivitas fisik tanpa menekan anak
Orang tua dan pengasuh dapat menciptakan lingkungan di mana bergerak menjadi bagian yang alami dan menyenangkan dari rutinitas. Kombinasi antara kegiatan terorganisasi dan permainan bebas biasanya memberikan keseimbangan yang sehat.
Peneliti Russ Jago menyatakan bahwa mencapai satu jam aktivitas setiap hari mungkin tampak sulit, tetapi menjadi lebih mudah ketika waktu istirahat, perjalanan aktif, dan kegiatan ekstrakurikuler turut diperhitungkan. Setiap periode bergerak berarti.
Teladan dari keluarga juga berpengaruh. Jika anak melihat orang dewasa berjalan kaki, menari, atau pergi ke luar ruangan, ia lebih mungkin memandang aktivitas sebagai sesuatu yang biasa dilakukan setiap hari. Anda dapat mengadakan perburuan harta karun, berjalan bersama setelah makan, atau membiarkannya memilih musik untuk menari selama beberapa menit.
Mengurangi secara bertahap dan realistis waktu yang lama di depan layar juga dapat membantu. Ini bukan berarti melarangnya sepenuhnya, melainkan menawarkan pilihan lain yang menarik. Jika Anda juga ingin menjaga pola makannya, artikel ini dapat membantu mengenai cara menghindari makanan cepat saji pada anak-anak.
Manfaat olahraga bagi konsentrasi dan kesejahteraan
Manfaatnya tidak terbatas pada kebugaran fisik. Gerakan memungkinkan anak melepaskan ketegangan dan melatih keterampilan sosial, seperti menunggu giliran, bekerja sama, serta menghadapi kekecewaan kecil.
Simon Cooper dari Nottingham Trent University menjelaskan bahwa bahkan periode olahraga yang singkat dapat mendukung sementara fungsi yang berkaitan dengan perhatian dan pengambilan keputusan. Jeda aktif sebelum mengerjakan pekerjaan rumah dapat membantu beberapa anak kembali duduk dengan kesiapan yang lebih baik.
Jika anak Anda jarang bergerak, jangan jadikan olahraga sebagai hukuman. Perhatikan hal yang ia sukai. Mungkin ia tidak menikmati sepak bola, tetapi menyukai menari, bermain sepatu roda, berenang, mengajak anjing berjalan-jalan, atau bermain kejar-kejaran. Aktivitas terbaik adalah aktivitas yang dapat dilakukan dengan aman, dinikmati, dan ingin diulanginya.
Penting juga untuk mendengarkan tubuhnya. Kelelahan yang sangat berat, rasa sakit, pusing, atau kesulitan bernapas yang tidak biasa mengharuskan aktivitas dihentikan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Bagi sebagian besar anak, bergerak seharusnya terasa seperti bermain, menemukan hal baru, dan bergembira, bukan sebagai tuntutan untuk berprestasi.