Daftar isi
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Apa itu sindrom LANS dan bagaimana pengaruhnya terhadap memori
Para peneliti Mayo Clinic telah mengambil langkah penting untuk memahami bentuk kehilangan memori yang terutama memengaruhi sistem limbik pada orang lanjut usia. Wilayah otak ini berperan dalam memori, emosi, dan pembelajaran.
Gangguan ini dikenal sebagai LANS, singkatan dalam bahasa Inggris untuk sindrom neurodegeneratif amnestik dengan dominasi limbik. Selama bertahun-tahun, perubahan pada otak yang terkait dengan kondisi ini hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan jaringan setelah kematian. Kini, kriteria klinis baru memungkinkan untuk memperkirakan kemungkinan LANS saat seseorang masih hidup.
Kemajuan ini dapat memberikan jawaban yang lebih tepat bagi pasien dan keluarganya. LANS memiliki beberapa gejala yang sama dengan penyakit Alzheimer, terutama sering lupa. Namun, keduanya tidak sepenuhnya sama.
Dalam banyak kasus, LANS berkembang lebih lambat dan terutama memengaruhi memori. Sebaliknya, Alzheimer juga dapat mengganggu bahasa, orientasi, perhatian, dan kemampuan kognitif lainnya. Perbedaan ini membantu memperkirakan perkembangan kondisi setiap pasien dengan lebih baik, meskipun kedua penyakit tersebut dapat terjadi bersamaan.
Bagaimana sindrom LANS didiagnosis
Kriteria tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Brain Communications. Untuk menyusunnya, para peneliti menganalisis informasi klinis dan data otak dari lebih dari 200 peserta dalam berbagai penelitian.
Penilaian mempertimbangkan beberapa faktor: usia, tingkat keparahan dan perkembangan masalah memori, kondisi fungsi kognitif lainnya, serta pola tertentu yang terlihat dalam pemeriksaan pencitraan otak. Biomarker juga dapat digunakan untuk mencari tanda-tanda yang sesuai dengan Alzheimer atau penyakit lainnya.
Ahli saraf David T. Jones, salah satu penulis penelitian tersebut, menekankan bahwa kriteria ini memungkinkan pengenalan pasien yang gejalanya mungkin tidak terutama dijelaskan oleh Alzheimer. Dahulu, masalah memori pada seseorang yang berusia 80 tahun sering kali hampir langsung dikaitkan dengan penyakit tersebut. Kini, ada kemungkinan untuk melakukan penilaian yang lebih spesifik.
Hal ini tidak berarti bahwa setiap kelupaan sehari-hari merupakan tanda LANS. Sesekali kehilangan kunci, melupakan nama lalu mengingatnya kemudian, atau masuk ke sebuah ruangan tanpa tahu apa yang hendak dicari, dapat terjadi akibat kelelahan, stres, kurang tidur, atau kurang fokus. Jika kelupaan berulang, mengganggu kegiatan rutin, atau disertai kebingungan mengenai tempat dan waktu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Untuk menjaga kemampuan ini dalam kehidupan sehari-hari, Anda juga dapat terbantu dengan mengenal beberapa teknik untuk mengatur informasi dan mengingat nama. Sumber-sumber ini tidak menggantikan evaluasi medis, tetapi dapat memudahkan kegiatan sehari-hari.
Apa hubungan antara LANS dan protein TDP-43
Salah satu kunci sindrom ini adalah protein TDP-43. Ketika protein ini mengalami perubahan dan menumpuk di area tertentu dalam sistem limbik, hal tersebut dapat berkaitan dengan kerusakan neuron dan masalah memori. Protein ini juga terkait dengan penyakit otak bernama LATE, yang umum terjadi pada usia lanjut.
Peneliti Nick Corriveau-Lecavalier menjelaskan bahwa gejala LANS dapat menyerupai Alzheimer, tetapi perkembangan klinisnya biasanya berbeda. Sementara Alzheimer dapat meluas ke berbagai aspek kemampuan berpikir, pada LANS penurunan fungsi cenderung tetap lebih terpusat pada memori selama periode yang panjang.
Untuk saat ini, belum ada pemeriksaan sederhana dan pasti yang dapat mendeteksi sendiri penumpukan TDP-43 pada orang yang masih hidup. Diagnosis didasarkan pada gabungan riwayat kesehatan, tes kognitif, pencitraan, dan indikator lainnya. Karena itu, kriteria baru ini berfungsi sebagai panduan untuk menghitung kemungkinan, bukan sebagai satu-satunya tes yang tidak mungkin keliru.
Apa yang berubah bagi pasien dan keluarganya
Memiliki kriteria yang lebih jelas dapat mencegah diagnosis yang kurang tepat dan membantu keluarga memahami dengan lebih baik apa yang sedang terjadi. Hal ini juga memungkinkan pembicaraan yang lebih realistis mengenai kemandirian, perawatan di masa depan, dan kemungkinan laju perubahan.
Pembedaan ini sangat penting terutama saat memilih pengobatan atau uji klinis. Obat-obatan yang ditujukan untuk melawan penumpukan amiloid dirancang bagi pasien Alzheimer tertentu dan bukan merupakan pengobatan khusus untuk LANS. Jika kedua gangguan muncul bersamaan, tim medis perlu menilai pilihan yang ada secara individual.
Masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menemukan biomarker khusus dan pengobatan yang menargetkan TDP-43. Sementara itu, dokter dapat menangani faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan otak, seperti tidur, aktivitas fisik, tekanan darah, pendengaran, dan kehidupan sosial. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, Anda dapat membaca panduan kebiasaan dan pola makan untuk menjaga kesehatan otak ini.
Menerima diagnosis yang berkaitan dengan memori dapat menimbulkan rasa takut dan ketidakpastian. Namun, mengetahui dengan lebih tepat penyebab yang mungkin juga mengurangi keraguan dan memungkinkan pengambilan keputusan dengan cukup waktu. Tidak semua masalah memori berkembang dengan cara yang sama, dan itulah salah satu pelajaran paling berharga dari temuan ini.
Jika Anda menyadari perubahan yang menetap pada diri sendiri atau seseorang yang dekat dengan Anda, hindari menarik kesimpulan terburu-buru. Catat kapan perubahan itu dimulai, dalam situasi apa hal itu muncul, dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari. Informasi tersebut dapat sangat berguna saat berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf, geriatri, atau neuropsikologi. Meminta arahan tepat waktu bukan berarti mengasumsikan yang terburuk: itu berarti merawat memori dengan perhatian dan rasa hormat.