Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Sebuah proses alami yang muncul tepat ketika hidup menuntut lebih darimu, bisa menggoyahkanmu sepenuhnya. Saya berbicara tentang menopause, tahap yang banyak orang lihat hanya sebagai “sengatan panas dan kenaikan berat badan”, padahal sebenarnya menyentuh langsung keseimbangan psikis. Dan ya, itu juga memengaruhi agenda, hubungan, pekerjaan, bahkan rasa identitasmu. 😅
Sebagai psikolog saya berkali-kali mendengar desahan yang sama di sesi konsultasi:
“Saya tidak tahu ada apa dengan saya. Saya punya segalanya, tapi merasa di ambang kehancuran”.
Kebanyakan orang mengaitkannya hanya dengan stres, pekerjaan, anak-anak, pasangan. Sangat sedikit yang langsung bilang: “sepertinya ini berkaitan dengan menopause”. Di situlah salah paham besar dimulai.
Menopause biasanya datang antara usia 40 dan 50-an. Sebelum menstruasi benar-benar berhenti, muncul fase transisi yang disebut perimenopause, di mana hormon naik turun seperti roller coaster. 🎢
Pada fase ini, kadar estrogen dan progesteron mulai menurun dan berfluktuasi. Bukan hanya tubuhmu yang berubah, otakmu juga berubah. Dan inilah bagian menariknya.
Hormon-hormon ini memengaruhi neurotransmiter kunci seperti:
Ketika hormon menjadi tidak dapat diprediksi, seluruh kimia internal ini juga ikut terganggu. Dr. Ashwini Nadkarni, dari Brigham Psychiatric Specialties, menjelaskan bahwa perubahan ini mengubah sirkuit otak yang terkait dengan memori, konsentrasi, dan suasana hati. Dengan kata lain: kamu sulit berkonsentrasi, melupakan hal-hal sederhana, mudah tersinggung, dan suasana hatimu menjadi lebih rapuh.
Di konsultasi, banyak wanita mengatakan hal-hal seperti:
Semua itu bukan berarti gila atau lemah. Itu berarti proses hormonal alami memengaruhi secara langsung keseimbangan psikismu.
Fakta menarik yang sering saya sebutkan dalam ceramah: banyak wanita mengalami perimenopause bersamaan dengan apa yang dalam astrologi kita lihat sebagai tahap peninjauan hidup yang besar, terutama di sekitar usia lima puluhan.
Transit astrologi yang intens bertepatan dengan perubahan biologis dan tanggung jawab yang meningkat. Seolah hidup berkata: “tinjau semuanya… dan lakukan itu sambil tidur buruk”. 🙃
Saya sarankan membaca: Descubren la menopausia mental en las mujeres
Saat tubuhmu memasuki revolusi hormonal ini, kehidupan eksternalmu juga meningkat tuntutannya. Kombinasi ini membuat kerentanan emosional meningkat sangat besar.
Pada tahap ini banyak wanita biasanya:
Ini tentang yang sering disebut “generasi sandwich”: kamu merasa terjepit antara kebutuhan yang datang setelahmu dan yang mendahuluimu. Semua terjadi bersamaan.
Saya teringat seorang pasien, akan saya sebut Laura, yang berkata:
“Saya tiba di kantor mengantuk karena ibu saya menelepon tengah malam, pulang ke rumah dengan rasa bersalah karena tidak melihat anak-anak, masuk tempat tidur tanpa energi dan dengan sengatan panas. Dan di atas itu saya merasa sedih tanpa alasan”.
Alasannya memang ada. Tubuhmu mencoba beradaptasi dengan tahap biologis baru, sementara lingkungan menuntutmu tampil seolah tidak ada yang berubah. Ketidaksesuaian antara apa yang tubuhmu butuhkan dan apa yang hidupmu minta membuka pintu bagi kecemasan dan depresi.
American College of Obstetricians and Gynecologists menunjukkan bahwa kecemasan dan depresi meningkat di paruh baya. Namun demikian, banyak wanita tidak mengaitkan gejala tersebut dengan menopause dan hanya berpikir bahwa “mereka tidak pandai menangani stres”. Itu menyakitkan, karena selain merasa buruk, mereka juga menyalahkan diri sendiri. 😔
Banyak wanita langsung mengenali sengatan panas atau perubahan berat badan. Namun gejala psikologis sering luput dari perhatian atau diremehkan. Mari kita namai agar kamu bisa mengenalinya tanpa takut.
Tanda-tanda umum gangguan keseimbangan psikis pada menopause dan perimenopause:
Banyak manifestasi ini terkait dengan:
Dalam praktik saya terlihat pola yang sangat jelas: ketika seorang wanita memperbaiki tidurnya, dengan pendampingan medis dan psikologis, suasana hatinya juga membaik. Insomnia berperilaku seperti bensin untuk kecemasan dan depresi. Jika kamu terus-menerus tidur buruk, pikiranmu kehilangan sumber daya untuk mengatur emosi.
Psikiater Nadkarni menjelaskan bahwa perubahan hormon juga memengaruhi area otak yang terkait dengan memori dan perhatian. Dari situlah muncul kalimat terkenal dari banyak pasien: “Rasanya kepala penuh kapas”.
Penting: bahkan jika kamu tidak pernah punya masalah emosional sebelumnya, tahap ini bisa membawa episode depresi atau kecemasan pertama. Itu tidak membuatmu lemah. Itu membuatmu manusia di hadapan perubahan biologis yang nyata.
Tidak semua wanita menjalani menopause dengan cara yang sama. Sebagian melaluinya dengan gejala ringan, lainnya merasakan tsunami emosional. Dari apa perbedaan itu bergantung?
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan gangguan keseimbangan psikis pada fase ini antara lain:
Beberapa kali dalam konsultasi kami menemukan bahwa seorang wanita yang merasa “gila” sebenarnya mengalami defisiensi B12 atau masalah tiroid yang tidak ditangani. Dengan pemeriksaan yang tepat dan pengobatan, suasana hatinya membaik secara nyata. Karena itu saya selalu merekomendasikan kombinasi evaluasi psikologis dan medis.
Ada juga banyak mitos yang merugikan:
Dr. Esther Eisenberg, dari dewan editorial American College of Obstetricians and Gynecologists, mengomentari bahwa banyak pasien hanya mengaitkan perubahan ini dengan stres sehari-hari dan tidak menghubungkannya dengan transisi ini. Ketidaktahuan itu mempersulit diagnosis dini dan pengobatan yang tepat.
Selain itu ada sesuatu yang sangat sering saya lihat: ageisme dan stigma. Di banyak budaya, masyarakat menghargai masa muda dan memandang penuaan dengan curiga, terutama pada wanita. Hasilnya:
Dan satu fakta menarik: di komunitas yang menghargai wanita matang sebagai bijak dan dihormati, gejala emosional yang intens cenderung muncul lebih jarang. Budaya tidak hanya memengaruhi apa yang kamu rasakan; juga memengaruhi bagaimana kamu mengartikan perasaanmu.
Kabar baik: ada banyak cara untuk meringankan gejala emosional menopause. Kamu tidak perlu menyerah atau menahan semuanya dalam diam. Saya selalu merekomendasikan pendekatan holistik yang menggabungkan medis, psikologi, dan perubahan gaya hidup.
1. Perawatan medis dan hormon
Menurut spesialis kesehatan wanita, terapi hormon dapat sangat membantu mengurangi sengatan panas dan menstabilkan suasana hati pada beberapa kasus.
Jenis terapi ini tidak cocok untuk semua orang, karena setiap tubuh dan riwayat medis berbeda. Ginekologmu harus mengevaluasi risiko dan manfaat sesuai kasusmu.
Ketika terapi hormonal tidak dianjurkan, beberapa antidepresan dan obat lain dapat mengurangi depresi, kecemasan, bahkan sengatan panas dalam kasus tertentu. Di sini diperlukan kerja sama antara psikiatri dan ginekologi.
2. Terapi psikologis
Terapi kognitif perilaku terbukti sangat berguna untuk:
Dalam praktik saya saya menggabungkan alat kognitif-perilaku dengan kerja pada konsep diri dan makna hidup. Banyak wanita merasakan duka atas masa subur yang berlalu. Namun, mereka juga menemukan kebebasan baru: tidak lagi berputar sekeliling ekspektasi orang lain.
Dalam sebuah ceramah motivasional tentang menopause, seorang peserta pernah mengatakan sesuatu yang tak pernah saya lupakan:
“Saya pikir kehilangan masa mudaku, padahal saya memperoleh keaslian diriku”.
Kalimat itu merangkum apa yang bisa kita capai ketika menemani proses ini dengan kesadaran.
3. Gaya hidup dan perawatan diri yang mendalam
Beberapa perubahan sehari-hari memberi perbedaan besar:
Dr. Eisenberg memperingatkan tentang meningkatnya produk komersial yang menjanjikan solusi instan untuk menopause. Banyak pilihan tersebut tidak memiliki dukungan ilmiah dan memanfaatkan keputusasaan. Selalu konsultasikan dengan profesional dan curigai janji-janji ajaib tanpa usaha.
Jika kamu tidak mengalami menopause tetapi tinggal bersama seseorang yang mengalaminya, kamu juga memegang peran penting. Lingkungan bisa menjadi jaringan dukungan atau faktor yang memperburuk ketidaknyamanan.
Beberapa cara yang ampuh untuk menemani:
Saat saya mengadakan lokakarya untuk pasangan, sering muncul momen indah: setelah memahami bahwa perubahan suasana hati bukan sekadar “bad mood”, melainkan transisi biologis dan hidup yang intens, empati tumbuh. Dari situ, kehidupan bersama membaik banyak.
Keterbukaan untuk berdialog dan normalisasi topik mengurangi stigma dan meringankan beban psikologis. Ketika figur publik berbicara tentang pengalamannya, itu juga membantu banyak wanita mengatakan: “saya mengalami hal yang sama, dan saya tidak sendirian”.
Singkatnya: menopause merupakan proses alami yang bertepatan dengan tanggung jawab yang meningkat. Kombinasi itu bisa menghasilkan gangguan mendalam pada keseimbangan psikis, tetapi tidak harus menghancurkan kesejahteraanmu. Ketika kamu memahami apa yang terjadi pada tubuh dan pikiranmu, meminta bantuan tepat waktu dan memilih informasi yang dapat dipercaya, kamu mengubah tahap yang ditakuti menjadi kesempatan untuk terhubung kembali dengan dirimu sendiri. 💫
Jika kamu memperhatikan perubahan suasana hati, tidur atau energimu dan usiamu antara empat puluhan dan lima puluhan, jangan biarkan berlalu begitu saja. Tanyakan pada dirimu:
Kesehatan mentalmu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kamu berhak melewati transisi ini dengan informasi, dukungan, dan martabat—bukan dengan rasa bersalah dan diam.

Berlangganan horoskop mingguan gratis
Aquarius Aries Capricorn Gemini Kanker Leo Libra Pisces Sagitarius Scorpio Taurus Virgo
Terima mingguan di email Anda horoskop dan artikel baru kami tentang cinta, keluarga, pekerjaan, impian, dan lebih banyak berita. Kami tidak mengirim spam.
Temukan masa depan Anda, sifat kepribadian rahasia dan bagaimana meningkatkan cinta, bisnis, dan kehidupan secara umum