Daftar isi
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Bagaimana hipertensi memengaruhi risiko stroke
Tekanan darah tinggi dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Namun, seiring waktu, kondisi ini dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko mengalami stroke.
Sebuah analisis yang dipimpin oleh Dr. Deborah Levine dari Universitas Michigan menemukan bahwa hipertensi pada masa dewasa berkaitan dengan kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai jenis stroke.
Penelitian tersebut mengumpulkan informasi dari enam studi yang dilakukan di Amerika Serikat antara tahun 1971 dan 2019. Secara keseluruhan, lebih dari 40.000 orang dewasa berpartisipasi, dengan kondisi kesehatan mereka dipantau selama hampir 22 tahun.
Para peneliti terutama menganalisis tekanan darah sistolik. Ini adalah angka atas yang muncul dalam hasil pengukuran dan menunjukkan tekanan yang diberikan darah ketika jantung berkontraksi.
Untuk setiap kenaikan rata-rata 10 mm Hg pada tekanan sistolik, kemungkinan mengalami stroke meningkat sekitar 20%. Ini merupakan hubungan statistik: bukan berarti satu kali hasil pengukuran yang tinggi akan menyebabkan stroke, tetapi hal ini menunjukkan pentingnya memantau tekanan darah dalam jangka panjang.
Untuk memahami mengapa pemeriksaan berkala sangat penting, Anda juga dapat membaca mengapa Anda membutuhkan dokter yang memeriksa jantung Anda secara rutin.
Stroke iskemik dan hemoragik: perbedaan serta risiko
Stroke iskemik adalah jenis yang paling sering terjadi dan mencakup sekitar 85% kasus. Stroke ini terjadi ketika bekuan darah atau sumbatan menghentikan aliran darah ke suatu area di otak.
Sementara itu, perdarahan intraserebral terjadi ketika pembuluh darah pecah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak. Meski lebih jarang, kondisi ini dapat menimbulkan dampak yang sangat serius dan memerlukan penanganan medis segera.
Menurut analisis tersebut, kenaikan rata-rata 10 mm Hg pada tekanan sistolik dikaitkan dengan risiko perdarahan intraserebral yang 31% lebih tinggi.
Studi ini juga mengamati perbedaan di antara kelompok ras dan etnis. Peserta berkulit hitam memiliki kemungkinan 20% lebih tinggi untuk mengalami stroke iskemik dan risiko perdarahan intraserebral 67% lebih tinggi dibandingkan peserta berkulit putih.
Di antara peserta Hispanik, risiko perdarahan subaraknoid yang teramati adalah 281% lebih tinggi. Jenis stroke ini terjadi ketika ada perdarahan di antara otak dan jaringan yang melapisinya.
Perbedaan ini tidak boleh ditafsirkan sebagai konsekuensi biologis langsung dari ras atau etnis. Akses yang tidak setara terhadap layanan kesehatan, kondisi ekonomi, stres kronis, diskriminasi, pola makan, serta kesempatan untuk memperoleh diagnosis dini juga dapat berperan.
Jika Anda tertarik menerapkan kebiasaan yang mendukung hidup lebih panjang, Anda dapat mengetahui beberapa cara menjaga umur panjang yang disesuaikan dengan berbagai anggaran.
Cara mengukur dan mengontrol tekanan darah di rumah
Diagnosis dini dan pengendalian tekanan darah secara berkelanjutan sangatlah penting. Tidak cukup hanya mengukurnya sekali: yang penting adalah mengamati perkembangannya dan membagikan catatannya kepada tenaga kesehatan.
Namun, antara tahun 2013 dan 2018, proporsi orang yang menjaga tekanan darahnya tetap terkontrol dengan baik di Amerika Serikat menurun. Penurunan ini terutama mengkhawatirkan di antara kelompok yang menghadapi hambatan lebih besar dalam mengakses layanan kesehatan.
Dr. Levine menekankan bahwa mempermudah pemantauan di rumah dapat membantu. Alat pengukur tekanan darah di rumah memungkinkan seseorang mendeteksi perubahan dan mengetahui bagaimana tekanan darah merespons kebiasaan sehari-hari atau pengobatan yang diberikan.
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih dapat diandalkan:
- Duduk dan beristirahat selama lima menit sebelum mengukur tekanan darah.
- Sandarkan punggung dan letakkan kedua kaki di lantai.
- Letakkan lengan dalam posisi tersangga setinggi jantung.
- Gunakan manset yang sesuai dengan ukuran lengan Anda.
- Hindari merokok, berolahraga, atau mengonsumsi kafein selama 30 menit sebelumnya.
- Lakukan dua kali pengukuran dengan jeda satu menit, lalu catat hasilnya.
Satu kali pengukuran dapat berubah karena gugup, nyeri, gerakan, atau kurang beristirahat. Jangan mengubah atau menghentikan obat atas inisiatif sendiri hanya berdasarkan hasil pengukuran di rumah. Jika Anda melihat hasil yang terus-menerus tinggi, konsultasikan dengan dokter Anda.
Biaya alat dan kurangnya edukasi mengenai penggunaannya masih menjadi hambatan. Karena itu, tidak cukup hanya merekomendasikan pemantauan di rumah: sistem kesehatan juga perlu mengajarkan cara menggunakan alat tersebut dan mempermudah akses terhadapnya.
Kebiasaan untuk menjaga tekanan darah dan jantung
Mengontrol tekanan darah tidak bergantung pada satu tindakan saja. Istirahat, aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan Anda, pola makan seimbang, dan tindak lanjut medis merupakan bagian dari perawatan.
Stres dan kecemasan juga dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara serta menyulitkan Anda untuk konsisten menjalani kebiasaan sehat. Bernapas dengan tenang, mengambil jeda, berjalan kaki, atau meminta dukungan emosional dapat membantu, meskipun praktik ini tidak menggantikan pengobatan medis ketika hipertensi terjadi.
Jika Anda ingin mengetahui penggunaan tradisional beberapa jenis infus herbal dan tindakan pencegahannya, Anda dapat membaca artikel tentang teh cedrón dan tekanan darah.
American Heart Association juga menawarkan rekomendasi untuk mempelajari cara mengukur tekanan darah dan menyimpan catatannya. Membawa catatan tersebut saat konsultasi dapat mempermudah pengambilan keputusan yang lebih personal.
Pola makan yang berlandaskan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, dan lemak sehat juga dapat mendukung kesehatan kardiovaskular. Untuk mendalaminya, Anda dapat mengenal dasar-dasar diet Mediterania.
Tanda-tanda stroke yang memerlukan penanganan segera
Selain melakukan pencegahan, penting juga untuk mengenali tanda-tanda peringatan. Segera cari bantuan darurat jika tiba-tiba muncul kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, kebingungan, kehilangan keseimbangan, gangguan penglihatan, atau sakit kepala yang sangat hebat dan berbeda dari biasanya.
Jangan menunggu sampai gejala menghilang dan jangan mengemudi sendiri. Dalam kasus stroke, setiap menit sangat berharga.
Angka tekanan darah Anda jauh lebih dari sekadar angka di layar. Angka-angka itu adalah tanda yang dapat membantu Anda bertindak tepat waktu. Mengukurnya dengan benar, berkonsultasi ketika terjadi perubahan yang menetap, dan mempertahankan kebiasaan yang realistis adalah langkah nyata untuk melindungi otak dan jantung Anda. ❤️