Daftar isi
Ikuti Patricia Alegsa di Pinterest!
Mengapa tidur nyenyak penting bagi kesehatan mental dan fisik
Secara rutin tidur kurang dari enam jam setiap malam dapat menimbulkan konsekuensi penting bagi kesehatan fisik dan mental. Ini bukan hanya soal merasa lelah keesokan harinya. Kurang istirahat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, ingatan, bahkan kemampuan mengambil keputusan.
Kurang tidur juga berkaitan dengan kerentanan emosional yang lebih besar. Saat Anda kelelahan, hambatan apa pun dapat terasa lebih sulit dihadapi. Keterlambatan, pertengkaran, atau tugas yang belum selesai dapat memicu lebih banyak mudah marah dan kecemasan daripada biasanya.
Menurut Sophie Bostock, ilmuwan tidur dan psikolog perilaku, orang yang tidur buruk lebih berpeluang mengalami kecemasan dan depresi dibandingkan mereka yang beristirahat dengan baik. Ini tidak berarti satu malam yang sulit akan menyebabkan gangguan, tetapi pola tidur buruk yang terus-menerus memang perlu diperhatikan.
Kurang tidur dan kecemasan: bagaimana lingkaran setan terbentuk
Hubungan antara tidur dan kesehatan emosional berjalan dua arah. Tidur terlalu sedikit dapat meningkatkan stres, sementara kekhawatiran yang terus-menerus dapat menghalangi Anda untuk terlelap. Di sinilah lingkaran yang melelahkan dimulai: Anda lelah, merasa lebih sensitif, dan ketika malam tiba, pikiran tidak mampu berhenti sejenak.
Maryanne Taylor, konsultan spesialis tidur, menyatakan bahwa mudah marah dan frustrasi sering kali termasuk dampak awal dari istirahat yang tidak cukup. Perasaan selalu waspada juga dapat muncul, seolah-olah tubuh tidak bisa menurunkan pertahanannya.
Semakin besar ketegangan emosional, semakin sulit pula untuk tidur secara lelap dan berkesinambungan. Sebaliknya, malam yang buruk mengurangi sumber daya mental yang diperlukan untuk menghadapi hari berikutnya. Efek domino ini dapat memengaruhi kesejahteraan, hubungan, dan kinerja Anda sehari-hari.
Jika Anda sedang mengalami hal serupa, dalam artikel ini saya menceritakan proses yang saya jalani untuk memulihkan istirahat saya:
Saya mengatasi masalah tidur saya dalam 3 bulan: saya ceritakan caranya
Konsekuensi kurang tidur dalam jangka panjang
Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi fungsi-fungsi penting. Bostock memperingatkan bahwa istirahat yang tidak memadai mengganggu konsentrasi, ingatan, empati, dan pengambilan keputusan. Anda mungkin menyadari bahwa Anda melupakan hal-hal sederhana, membuat kesalahan yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, atau kesulitan mengikuti percakapan.
Kesulitan-kesulitan ini dapat berdampak pada pekerjaan, studi, keselamatan pribadi, dan hubungan. Misalnya, seseorang yang sangat lelah dapat bereaksi keras terhadap komentar yang tidak bermaksud buruk atau kehilangan fokus saat mengemudi.
Selain itu, berbagai penelitian telah mengaitkan tidur yang kurang dan terus-menerus dengan risiko lebih tinggi terhadap masalah kardiovaskular, gangguan metabolisme, dan masalah kesehatan mental. Tidur tidak menggantikan perawatan medis maupun menjamin bahwa Anda akan terhindar dari penyakit, tetapi tidur merupakan salah satu pilar perawatan diri.
Jika Anda merasa tubuh tetap siaga bahkan ketika berusaha beristirahat, membaca Perubahan sederhana untuk mengatur ulang sistem saraf Anda yang terlalu terstimulasi juga dapat membantu.
Berapa jam kita harus tidur dan apa arti beristirahat dengan baik
Rekomendasi umum menunjukkan bahwa sebagian besar orang dewasa perlu tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Namun, kualitas sama pentingnya dengan kuantitas. Berada di tempat tidur selama delapan jam tidak selalu berarti Anda telah beristirahat.
Eric Zhou dari Harvard Medical School menekankan pentingnya memperhatikan bagaimana Anda tidur, bukan hanya berapa lama Anda berada di tempat tidur. Tidur berkualitas baik biasanya berlangsung relatif tanpa terputus dan membuat Anda bangun dengan perasaan cukup pulih.
Perhatikan pula tanda-tanda yang muncul pada siang hari. Jika Anda bangun dalam keadaan lelah, terus-menerus membutuhkan kafein, mengantuk, atau sulit berpikir jernih, mungkin istirahat Anda belum cukup memulihkan.
Kebiasaan sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur
Anda tidak perlu mengubah seluruh rutinitas dalam satu malam. Perubahan kecil yang dijaga secara konsisten dapat membantu tubuh mengenali bahwa sudah waktunya beristirahat.
- Pertahankan jadwal yang teratur: usahakan tidur dan bangun pada waktu yang hampir sama, bahkan di akhir pekan.
- Kurangi stimulasi pada malam hari: redupkan lampu dan hindari memeriksa hal-hal yang membuat stres tepat sebelum tidur.
- Perhatikan lingkungan: kamar yang gelap, tenang, dan bersuhu nyaman mendukung istirahat.
- Perhatikan kafein dan alkohol: keduanya dapat mengganggu kedalaman atau kesinambungan tidur, meskipun pada awalnya tampak membantu.
- Buat ritual singkat: mandi air hangat, bernapas perlahan, atau membaca beberapa halaman buku dapat menandai berakhirnya hari.
Jika Anda terbangun di tengah malam, hindari melihat jam berulang kali. Perilaku itu biasanya meningkatkan tekanan untuk kembali tidur. Bernapaslah dengan tenang dan ingatlah bahwa memaksakan tidur justru sering menimbulkan efek sebaliknya. Untuk memahami lebih dalam, Anda dapat membaca Saya terbangun pukul 3 pagi dan tidak bisa tidur lagi: apa yang harus dilakukan?.
Carilah bantuan profesional jika insomnia berulang selama berminggu-minggu, memengaruhi kehidupan sehari-hari, atau muncul bersama kecemasan yang intens, kesedihan yang menetap, dengkuran keras, atau jeda napas. Meminta bantuan tepat waktu juga merupakan bentuk merawat diri. Tidur nyenyak bukanlah kemewahan: inilah waktu ketika tubuh dan pikiran Anda memulihkan tenaga untuk memulai kembali. 🌙